My Notepad

August 25, 2005

Drakula

Filed under: Joke

Ada 3 drakula, mereka bikin kompetisi siapa yang paling jago.
Drakula yang paling muda dapet kesempetan duluan. Tiba-tiba dia lari secepat kilat,terus 2 menit udah balik lagi.

Mukanya penuh lumuran darah, seringainya serem.

Terus dia ngomong : “Kalian liat desa di seberang bukit itu ?”

Yang dua ngangguk, “Iya, liat”

“Desa itu…habiissss !”

Yang paling tua panas juga. Dia juga pergi sekelebat,terus 1 menit udah balik, mukanya juga penuh sama cucuran darah.

“Kalian liat kota yang itu ?”, katanya sambil mukanya nunjukin kalo dia bangga bener. “Iya, liat”,

Yang dua ngangguk juga.

“Kota itu juga habiiissssss “, kata yang paling tua sambil ketawa serem, “ha ha ha hah”.

Drakula yang satunya lagi tambah panas, dia juga pengen show off.

Akhirnya dia juga lari sekelebat. Temennya yang dua terperanjat, soalnya belum sampe setengah menit dianya udah balik, dengan penuh cucuran darah di mukanya.

Temennya yang dua membatin, “gila ni drakula, sangar amat, ternyata dia yang paling jago”.

Sambil ngos-ngosan dia teriak, “Kalian liat tiang listrik itu ?”

“Liat“, kata yang laen…

“Gua kagak liat”.

Raja Minyak

Filed under: Joke

Seorang sekretaris nan cantik ditugaskan oleh bosnya untuk menemani seorang raja minyak dari Arab yang menjadi klien penting bagi perusahaannya.
Tertarik oleh kecantikannya, si raja minyak tiba-tiba memintanya untuk menikahinya.

Tentu saja sekretaris itu terkejut namun ia teringat perintah bosnya untuk tidak mengecewakan kliennya itu dalam bentuk apapun. Karena itu, ia memikirkan cara untuk menolak ajakannya dengan halus. “Baiklah, aku akan menikah denganmu dengan 3 syarat.

Pertama, aku mau cincin kawin berlian 75 karat bertahtakan intan bermahkota tiga 200 karat.” Si raja terpekur sejenak dan kemudian mengangguk, “Ok, ok, saya belikan, saya belikan”.

Menyadari keadaan ini, si wanita kembali memikirkan syarat yang lebih susah. “OK, kedua, aku mau kamu buatkan istana di New York berkamar 100 dan sebagai rumah peristirahatan, aku mau vila di tengah kota Paris dengan 200 orang pelayan, 10 Ferarri dan 5 pesawat jet pribadi.”

Sang raja minyak kembali terpekur, mengambil hand-phonenya dan mengontak sana sini. “Ok, ok, saya buatkan. Saya buatkan”

“Gawat !”, pikir si sekretaris.

Dengan peluh sebesar kacang kedelai, ia kembali memikirkan syarat terakhir. Akhirnya, ia merasa mendapatkan syarat yang nyaris mustahil bisa dikabulkan oleh si raja ini.

Sambil mengedipkan mata, ia berkata, “Oh, baiklah. Ini yang terakhir. Aku suka sekali dengan seks dan karenanya aku mau laki-laki yang menjadi suamiku mempunyai ‘anu’ sepanjang 14 Inch!”

Si raja tampak kecewa sekali dengan syarat terakhir ini. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan sambil sesenggukan.

Akhirnya, sambil mengusap air mata dan menatap wanita itu dengan sedih, ia berkata, “Ok, ok, saya potong, saya potong”.

“??%$!@*&”

Cadel..

Filed under: Joke

Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal di dekat
rumahnya.

Cadel: Bang, beli nasi goleng satu
Abang: Apa…? (ngledek)
Cadel: Nasi goleng!
Abang: Apaan ? (ngledek lagi)
Cadel: Nasi goleng
Abang: Ohh nasi goleng…

Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel
dengan
sangat kesal. Sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih
mengucapkan
“nasi goreng” dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan
dengan baik dan benar.

Hari 2…..
Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa
mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.

Cadel: Bang, saya mau beli NASI GORENG, bungkus
Abang: Ohh…pake apa?
Cadel: ...pake telol… (sambil sedih)

Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata “telor” sampai benar.

Hari 3…...
Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut – turut
makan nasi goreng.

Cadel: Bang, beli NASI GORENG, pake TELOR bungkus!
Abang: Ceplok atau dadar?
Cadel: Dadal… (dengan spontan)

Kembali dia berlatih dengan keras.

Hari 4…....
Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan
dengan tanpa ditertawakan.

Cadel: Bang, beli NASI GORENG, pake TELOR, di DADAR!
Abang: Hebat kamu ‘del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500
del

Si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang
tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya.

Cadel: Bang, kembaliannya?
Abang: Oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya
berapa del?(sambil senyum ngledek)

Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal
makan nasi goreng lagi. Tapi akhirnya dia menjawab : “GOPEK…“.
Sambil tersenyum penuh kemenangan.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com